• 13th July
    2011
  • 13

“rumah saya di Jakarta”, salah satu kalimat yang paling di hindari

lahir dan besar di Jakarta, tak membuat saya bangga pada kota yang telah membesarkan saya itu..17 tahun lebih saya habiskan di ibukota Indonesia itu, namun pandangan saya berangsur-angsur berubah terhadap kota metropolitan itu..

kuliah di sebuah kota kecil di Jawa Tengah yang terkenal dengan batik dan budayanya membuat banyak pikiran saya berubah..Hampir 5th saya berdomisili di kota Solo, meskipun pada awalnya terdapat penolakan untuk tinggal disana karena kendala bahasa dan makanan yang kurang sreg di lidah, namun lambat laun kota ini berhasil membuat saya betah untuk tinggal di sana..

pada awalnya saya akan senang hati bila di tanya asal, banyak orang mengira saya berasal dari padang padahal gak ada sama sekali darah suku padang di dalam diri saya..katanya logat saya beda..

namun, lama-kelamaan saya gak akan bilang kalo gak terpaksa bahwa rumah saya di Jakarta, pertama pasti pandangan orang akan berubah, yang bilang banyak duitlah *amiinn*, anak gaul, langsung ber gw-elo, dan yang paling banyak adalah tanya di daerah mana rumah saya kemudian bilang “oh rumah pakde, bude., sodara, temen saya di daerah sini, jauh gak dari rumah kamu” yang terakhir itu paling gak suka..etapi menurut pengalaman saya berkelana di pulau jawa, kalo bilang aslinya/rumahnya di Jakarta itu akan di mahalin dan di bohongin, karena orang Jakarta menurut sebagian dari mereka adalah golongan kaum yang banyak duit kalo bisa jalan-jalan ke luar kota, padahal kan engga juga..

selain itu, menurut pengalaman saya juga, kalo bilang orang Jakarta informasi yang akan saya dapet biasanya kurang banyak, orang akan cenderung mengurangi informasi yang di berikan, entah mengapa..ada juga orang akan semakin tertarik kenalan sama kamu kalo bilang orang Jakarta, ga tau deh kenapa dan ini bisa bikin kamu sebel banget..beneran deh!!

gaya orang Jakarta dengan kota-kota yang ada di Jawa Tengah/Jawa Timur itu sudah beda, mulai dari berpakaian, gaya bicara, topik obrolan, dll..saya bisa langsung menebak ini orang mana berdasarkan gerak-geriknya.. buat yang suka jalan-jalan kayak saya, ada baiknya belajar sedikit-sedikit deh bahasa setempat atau setidaknya mengurangi kata gw-elo buat bertanya, yang paling penting cara berpakaian juga di sesuaikan..kadang orang lebih respek *cmiiw

mungkin itu sebagian dari pengalaman yang pernah saya dapat ketika menjelajahi kota-kota kecil di sekitaran Jawa Tengah dan Jawa timur.. Kalo ada yang protes monggo :D